Sebelum Kau Aborsi, Baca Ini Dahulu. Begini Siksaan Yang Dialami Bayi Saat Diaborsi !
loading...
Setiap wanita yang sudah menikah tentunya pasti sangat mendambakan kehadiran buah hati untuk melengkapi kebahagian keluarga kecil mereka. Segala macam cara akan mereka lakukan mulai dari membiasakan diri hidup sehat hingga menjalani berbagai macam program kehamilan lainnya demi bisa cepat hamil.
Seperti yang kita ketahui, tidak semua wanita yang begitu menikah bisa langsung cepat hamil. Ada beberapa wanita yang terkadang kesulitan untuk hamil, padahal pasangan tersebut sudah negebet pengen punya anak sehingga mereka akan melakukan apapun untuk bisa hamil, tak masalah mengeluarkan duit berapapun untuk mengikuti program kehamilan asalkan dirinya bisa segera hamil.
Nah, terkadang apabila kita mendengar cerita-cerita orang yang susah untuk hamil membuat kita menjadi sangat bersyukur karena begitu menikah bisa segera hamil tanpa menunggu waktu lama seperti wanita-wanita tersebut. Untuk itu, jangan pernah sia-siakan calon bayi yang ada didalam kandungan Anda apalagi sampai Anda berniat untuk melakukan aborsi. Itu adalah perbuatan yang sangat tercela !
Baiklah sebelum Anda berniat melakukan aborsi maka bacalah ini terlebih dahulu, bagaimana tersiksanya bayi Anda ketika diaborsi.
Anda bisa melihat bagaimana proses aborsi terhadap bayi melalui video dari mantan pengaborsi, dr Anthony Levatino. Dalam video tersebut dr Anthony Levatino menjelaskan rentetan aborsi. Mulai dari bayi yang bergerak-gerak di rahim, hingga satu persatu anggota tubuhnya dicopot.
Dilansir Abortion Procedures, prosedur aborsi Dilation and Evacuation (D&E) dilakukan pada janin berusia 13-24 minggu dalam kandungan. Karena ukuran bayi yang besar, sektiar 7 inchi, maka harus dilakukan persiapan sebelum mengeluarkannya dari rahim.
Pada aborsi D&E, pengaborsi menggunakan laminaria, bentuk rumput laut disterilkan. Benda ini membuka leher rahim wanita 24 sampai 48 jam sebelum prosedur. Laminaria menyerap cairan dari tubuh wanita dan memperluas, pelebaran (dilatasi) mulut rahim.
Ketika wanita kembali ke klinik aborsi, pengaborsi menggunakan anestesi dan selanjutnya membuka leher rahim dengan menggunakan dilator logam dan spekulum. Pengaborsi memasukkan kateter penghisap ke dalam rahim untuk mengosongkan cairan ketuban.
Setelah cairan ketuban habis, pengaborsi menggunakan penjepit sopher, instrumen dengan deretan 'gigi' tajam. Alat itu yang akan menarik lengan dan kaki janin, mencopot anggota badan dari tubuhnya. Pengaborsi terus merobek usus, tulang, jantung, paru-paru, dan setiap anggota badan lainnya dari tubuh bayi.
Bagian yang paling sulit dari prosedur ini biasanya mencari, menangkap dan menghancurkan kepala bayi. Setelah memecah tengkorak bayi, pengaborsi menggunakan kuret untuk mengikis rahim. Sehingga rahim bersih dari plasenta serta setiap bagian yang tersisa dari bayi.
Pengaborsi kemudian mengumpulkan semua bagian bayi dan menyusun kembali tubuh kecil itu. Hal ini untuk memastikan seluruh anggota tubuh bayi sudah dikeluarkan secara lengkap. Selain kondisi bayi yang diaborsi, dr Levatino juga menjelaskan risiko bahaya bagi organ tubuh yang berpotensi dialami si ibu. Termasuk infeksi dan pendarahan. Bahkan kematian sang ibu.
Dr Levatino merupakan dokter ginekolog yang sudah memiliki pengalaman medis lebih dari 40 tahun. Levatino telah melakukan 1.200 aborsi. Namun kini ia memutuskan untuk menentangnya. Bahkan aktif mengkampanyekan pelarangan aborsi.
Suatu hari setelah menyelesaikan satu aborsi ia melihat janin yang hidupnya ia akhiri.
"Saya menyadari, membunuh bayi usia berapa pun yang masih dalam kandungan dan atas alasan apapun adalah hal yang salah," katanya.
Berikut videonya
Apakah setelah menonton video ini Anda masih berniat untuk melakukan tindakan keji seperti ini ? saya harap Anda tidak akan pernah melakukan hal ini.
Next Page
loading...
loading...



0 Response to "Sebelum Kau Aborsi, Baca Ini Dahulu. Begini Siksaan Yang Dialami Bayi Saat Diaborsi !"
Posting Komentar